Make your own free website on Tripod.com

 

BAB IV  BENTUK DAN SISTEM PEMERINTAHAN GEREJA

 

 

Pasal 1

 

    Bentuk Gereja

 

GIII adalah Gereja Interdenominasi yang berdasar kepada pengertian Tubuh Kristus dengan anggota-anggotanya berlatar belakang dari berbagai denominasi Gereja di Indonesia, untuk bertumbuh bersama dan dalam menjalankan misi Allah di dunia.

 

Pasal 2

 

Sistim Pemerintahan Gereja

 

1.    Wewenang tertinggi ada pada Dewan Gereja yang terdiri atas Majelis dan Gembala Jemaat.

 

2.    Wewenang tersebut dituangkan dalam bentuk keputusan dan kegiatan yang ditetapkan oleh Rapat Dewan.

 

 

Pasal 3

 

Rapat Dewan Gereja

 

1.       Rapat Dewan Gereja dipimpin oleh Ketua Majelis.

 

2.       Jika Ketua Majelis berhalangan pelaksanaan tugasnya akan diganti oleh anggota Majelis Harian

 

3.       Rapat Dewan Gereja harus dihadiri oleh dua pertiga jumlah anggota Dewan.

 

4.       Pengambilan keputusan didasarkan pada persetujuan bersama.

 

5.       Sistem pengambilan keputusan yang terakhir adalah berdasar suara terbanyak anggota yang hadir sekurang-kurangnya setengah plus satu.

 

6.       Rapat Dewan Gereja memberi mandat kepada Gembala, Asisten Gembala, dan Majelis untuk menjalankan keputusan-keputusan Rapat Dewan Gereja.

 

7.       Pelaksanaan setiap keputusan harus dipertanggung-jawabkan dalam Rapat Dewan Gereja.

 

 

Pasal 4

 

Jenis Rapat

 

1.       Rapat Dewan Gereja Pusat

a.       Diadakan oleh Dewan Gereja Pusat setiap tahun sekali.

b.       Menetapkan struktur Dewan Gereja Pusat.

c.       Menetapkan TD-TL dan perubahannya.

d.       Menetapkan garis besar pelayanan dan program umum pelayanan GIII dua tahunan dan tahunan.

e.       Menetapkan keputusan-keputusan tentang pelayanan yang menyangkut seluruh wilayah.

f.        Menganalisa kekuatan dan kelemahan setiap Wilayah di GIII, serta semua kemungkinan yang ada di dalam lingkungan, baik yang merupakan faktor pendukung maupun yang merupakan faktor penghambat bagi pelayanan yang ada.

g.       Menetapkan kegiatan yang bersifat koordinasi dan pembinaan bagi seluruh wilayah dan melaksanakannya.

 

2.       Rapat Dewan Gereja Wilayah Tahunan

a.       Diadakan oleh Dewan Gereja Wilayah setiap tahun sekali.

b.       Ditujukan untuk Penetapan Struktur Majelis Wilayah.

c.       Membuat rencana kegiatan pelayanan wilayah dua tahunan dan tahunan.

d.       Membuat usulan tentang pelayanan kepada Dewan Gereja Pusat.

 

3.       Rapat Dewan Gereja Wilayah Bulanan

a.       Diadakan oleh Dewan Gereja Wilayah setiap bulan sekali.

b.       Membuat rencana kegiatan pelayanan wilayah bulanan dan memonitor pelaksanaan kegiatan.

 

4.       Rapat Istimewa Dewan Gereja

a.       Diadakan oleh baik Dewan Gereja Pusat dan Dewan Gereja Wilayah setiap saat.

b.       Pelaksanaan rapat dengan alasan kemendesakan yang diterima oleh paling sedikit dua per tiga anggota.

c.       Dipertanggung-jawabkan segera pada rapat Dewan Gereja yang paling awal dilaksanakan.

 

5.       Musyawarah Besar

a.       Dikoordinir oleh Dewan Gereja Pusat.

b.       Merupakan pertemuan seluruh Gembala Jemaat dan Majelis baik pusat maupun wilayah.

c.       Bertujuan sebagai persekutuan umum, penyegaran dan kebangunan rohani dan diskusi.

 

 

Kembali ke Halaman Depan