Make your own free website on Tripod.com

DASAR PELAYANAN


”Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya”
Roma 11:36

1. Anugerah Allah
Betapapun baiknya kita, hanya ada satu dasar yaitu:
Hanya kasih Allah yg dinyatakan melalui darah Yesus Kristus yg tercurah,
itulah yg membuat kita layak/diterima oleh Allah(acceptable to GOD)
Kita semua orang berdosa, telah diselamatkan oleh kasih yg tak
terukur & pengorbanan Yesus Kristus. Yang terbaik dari Allah telah kita terima.
Oleh kemurahan Allah, kita telah menerima pelayanan ini. (2 Kor.4:1)
Bagian di bawah ini, kiranya menjadi doa dari setiap kita yg melayani DIA.
"Tidak ada pada kami yg dapat kami persembahkan.
Tapi oleh kasih & AnugerahMU, oleh keselamatan daripadaMu,
Engkau telah membuat kami mampu melakukan pelayanan ini.
Biarlah kami senantiasa menyadari bahwa hanya oleh kasihMu,
hanya di dalamMu, dan hanya oleh kemampuan yg dariMu,
sajalah kami mampu melayani Engkau & umatMu.
Terima kasih Tuhan, buat anugerah yg terbaik yg Engkau berikan."

2. Sikap yakin(percaya) & pasrah(bersandar)
Suatu pernyataan yg seolah-olah bertolak belakang.
Apakah benar demikian? Kenyataannya, hal ini bertolak belakang
dengan prinsip/idea dari dunia. Semakin kita bertumbuh dalam Dia,
semakin kita memiliki dua hal ini.
Kita harus senantiasa bersandar pada kekuatan Allah dan
pimpinanNya dalam hidup kita. Tapi kita juga yakin bahwa
pernyataan dalam Yoh.15:4-5 adalah benar buat kita ,
masing-masing pribadi. "…,sebab di luar Aku, kamu tidak dapat
berbuat apa-apa." ("… apart from Me, you can do nothing")
Saya yakin percaya bahwa Tuhan memberikan talenta yg indah
kepada saya. Tapi ketika kita membawa keyakinan tsb, sementara
pelayan yg lain juga membawa keyakinan yg sama, tidak akan
menghasilkan buah. Melainkan di sini kita perlu bersandar pada pimpinan
Tuhan dalam hidup & pelayanan kita. Apart from Him, we can do nothing.
Rasa yakin/percaya kita, jangan berdasar kekuatan/kemampuan kita,
tapi berdasar Firman Tuhan. (Fil.2:13, 1:6, 4:13, 1 Kor.1.31)

3. Pelajaran dari Yohanes Pembabtis
Tanpa kita sadari atau tidak, musik merupakan suatu medium
yg memiliki pengaruh.(Ingat kejadian Daud yg bermain kecapi buat Saul)
Dengan kata lain, kita mudah dipengaruhi oleh musik dan efek yg
ditimbulkannya. Mau tidak mau, kita mudah merasa keberadaan diri kita
yg melayani musik dan pujian, sebagai yg special, ketika mulai dipuji,
diperhatikan, disanjung oleh orang lain. Di sini kita perlu ingat
Yoh.3:29 : "Yg empunya mempelai perempuan, adalah mempelai laki-laki, …".
Tuhan semakin besar, kita semakin kecil. More of You Lord, less of me.
1 Kor. 4:7: "Sebab siapakah yg menganggap engkau begitu penting?
Dan apakah yg engkau punyai, yg tidak engkau terima?
Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri,
seolah-olah engkau tidak menerimanya?
2 Kor. 3:4-6 :"…Ialah yg membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan
dari suatu perjanjian baru,…"

4. Pengenalan akan Allah
Setelah kita berdiri di atas dasar2 di atas, kita perlu untuk memeliharanya.
Cara yg terbaik untuk memelihara ini, adalah terus-menerus
mengembangkan hubungan pribadi dengan Tuhan.
Kita berbicara tentang penginjilan, tentang kuasa Roh, ataupun
tentang kuasa dalam pujian dan penyembahan, tentang muzizat,
tapi jika kita tidak mengenal Allah, semuanya hanya pembicaraan semata.
Mungkin kita akan "menang" dalam beberapa hal, pada waktu dan
tempat tertentu, tetapi sungguh jika kita mengenal Allah, tidak ada
yg dapat menyetop kita. "…tetapi umat yg mengenal Allahnya akan
tetap kuat dan akan bertindak " (Dan. 11:32)


5. Membangun prioritas
Mat. 6:33: "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,
maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu".
Perikop ini berbicara tentang prioritas dalam kehidupan kita.
Melalui berdoa, Bible study(PA), dan hubungan pribadi dengan Tuhan,
kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, serta semakin mengenal Allah.
Marilah kita tinggalkan, "lip-service" yg menyebutkan
"kami memberikan yg terbaik", dan gantilah itu degan tindakan/kehidupan
yg nyata. Tidak perduli berapa yg harus kita bayar/korban,
apakah itu waktu, uang, atau yg lain, yg di prioritas tinggi adalah:
Pengenalan akan Allah. Baik itu secara pribadi, ataupun secara bersama.
Marilah kita saling mendorong untuk makin mengenal Allah,
membaca Firman Tuhan, dan fellowship dengan Allah.




Guidelines

1. Masa Persiapan (Probationary period)
Biasanya ada masa persiapan (kira-kira 2-3 bulan) yaitu seseorang,
terutama yg baru memulai pelayanan dalam Musik & Pujian,
ikut hadir dalam latihan, namun belum langsung turun melayani bersama.

2. Latihan setiap minggu
! Setiap anggota yg bertugas diminta untuk hadir dalam latihan
setiap hari Sabtu. Pada dasarnya latihan diadakan di Grace Chapel
(14:00-16:00), kecuali minggu ke-2 dan ke-4, sebelum jam 13:00
atau sesudah jam 17:00.
! Worship Leader bekerjasama dengan Liturgos, wajib memberitahukan
susunan lagu kepada song-leaders(singers), penanggungjawab musik,
petugas OHP yg bertugas, sebelum hari Kamis malam setiap minggunya.
! Kepada pelayan yang berhalangan pada minggu itu, diharap berinisiatif
untuk menghubungi/mencari penggantinya secepatnya.

3. Persiapan kebaktian Minggu
! Setiap anggota yg bertugas diminta untuk hadir pukul ±09:00 pada
hari Minggu, untuk persiapan kebaktian Minggu, terlebih persiapan rohani.

4. Fungsi lain
Setiap anggota dalam Komisi Musik dan Pujian, pada waktu tertentu,
akan diminta siap untuk melayani juga pada acara2 kebaktian yg lain,
selain Kebaktian Minggu GIII-Tokyo.

5. Komitmen persiapan rohani untuk melayani
Persiapan secara rohani memiliki pengaruh langsung dengan keefektifan
pelayanan musik & pujian. Kita harus siap, tidak hanya untuk menyanyi
atau memainkan musik, tapi jauh lebih daripada itu yaitu siap untuk
melayani Tuhan dan umatNya !

6. Komitmen untuk pengembangan skillful
Setiap anggota dalam Komisi Musik dan Pujian, perlu untuk mengerjakan
apa yg sudah Tuhan talentakan kepada masing2, dengan sungguh-sungguh
untuk menjadi yg terbaik dari apa yg dapat kita kerjakan.
Sehingga di sini, dituntut juga latihan pribadi. Kematangan suatu team
musik dan pujian akan terlihat dari kematangan dari masing2 personil.

7. Komitmen untuk bertumbuh secara rohani
! Ini juga merupakan dasar yg penting dari setiap personil, juga secara team.
Mari kita semakin bertumbuh dalam Yesus Kristus. Semakin bertumbuh
dalam pengenalan akan Allah (Ef.4:13)

8. Komitmen untuk "flowing" bersama team
Lebih dari pengembangan secara pribadi, tujuan kita adalah kemampuan
untuk "flowing" bersama team. Kita perlu melihat bahwa team atau Komisi
Musik & Pujian ini, bukan hanya suatu koleksi/kumpulan dari orang2 yg
berbeda satu sama lain, tapi merupakan satu kesatuan dengan satu tujuan.
Bukan organisasi, tapi merupakan organisme (Ingat kita adalah satu tubuh,
dan Yesuslah kepalanya) Sehingga kita dituntut untuk saling memperhatikan
satu sama lain, tidak hanya pada waktu pelayanan saja, tapi dalam hal2 yg lain juga.
- ketika salah satu anggota tidak hadir dalam kebaktian, dapat kita menelpon,
menanyakan keadaanya
- ketika salah satu anggota dalam kesulitan, dapat kita mendoakannya
- ketika salah satu anggota dalam kesulitan, dapat kita menolongnya
- …..

9. Komitmen untuk disiplin waktu
! Berusaha untuk menghargai waktu yg telah diberikan Tuhan,
baik itu untuk berlatih ataupun waktu persekutuan.

10. Komitmen untuk menjadi teladan
Berusaha untuk menjadi/memberi teladan bagi umat Tuhan yang lain.
Mari kita hindarkan hal2 seperti di bawah ini:
- datang terlambat/hampir terlambat baik ketika bertugas maupun
ketika tidak bertugas
- melakukan kegiatan 'lain' (yg sebenarnya dapat dilakukan sebelum/sesudah
acara kebaktian) selama kebaktian, terlebih-lebih waktu penyampaian Firman Tuhan
- …


Segala puji, hormat dan kemuliaan hanya bagi DIA




Guidelines di atas, ada kemungkinan mengalami perubahan disesuaikan dengan perkembangan GIII.